Garasi Budaya, Membaca Zaman dari Gang Sidoluhur
Muktilaku.my.id - Garasi Budaya itu bukan sekadar ruang. Ia adalah panggonan kanggo mikir, tempat pikiran-pikiran bertemu, saling senggol, lalu melahirkan makna. Letaknya di Gang Sidoluhur, Kepanjen—gang dengan gegap-gempitanya. Di sanalah sejarah, filsafat, agama, sains, dan pengalaman hidup saling srawung, tanpa merasa paling benar. Malam-malam di Garasi Budaya sering terasa seperti menembus lintas dimensi. Waktu seolah tidak linear. Masa lalu, masa kini, dan masa depan duduk melingkar di antara meja dan bangku kayu yang teduh. Ada Pak Mutik dengan ketenangan khas wong sepuh , Pak Ubeb yang ucapannya sederhana tapi nancep, Mas Ibnu yang gelisah intelektualnya tak pernah padam, Pak Gopung dengan ingatan-ingatan yang panjang dan menggebu, Pak Eko yang selalu menarik diskusi ke realitas sosial, dan Dahri yang lebih sering mendengar, mencatat dalam batin. Obrolan tidak pernah dimulai dari teori besar. Ia lahir dari pengalaman sehari-hari, dari keresahan kecil, dari pertanyaan: “Sebe...