Gunungjati, Bagor dan Segala Perjumpaan
Muktilaku.my.id - 5 Februari 2026 menjadi titik balik perjumpaan yang senantiasa disyukuri sebagai warisan perjumpaan dari masa lalu, perjumpaan yang menjadi warisan spirit antar personalitas, individu dan kosmik kecil ( jagad cilik ). Di Punden, di bawah tiga randu yang menjulang tinggi kehangan itu menjadi spirit kosmos dalam bentuk syukur. Di Desa Gunungjati, dusun Bagor Jabung, kami melingkar dalam sambung leluhur dengan duduk bersila bersama (paselan jati). Ini adalah bagian dari ucap dan sikap syukur, membangun kesadaran kausalitas horizontal dan vertikal, antara manusia, alam semesta dan Tuhan. Sebuah ungkapan dari kanjeng Nabi melalui periwayatan Abu Dawud menegaskan bahwa tidak dikatakan bersyukur kepada Tuhan, selagi ia tidak pernah menghargai dan berterima kasih kepada sesama manusia ( man la yaskuru annas, la yaskuru Allaha ). Interpretasinya adalah menautkan diri dengan alam, alam semesta dan alam kecil (manusia) dengan sikap yang disebut matur suwun. Kata para...