Memayu Dewasa Beragama
Mula-mula kita perlu mensyukuri anugerah Tuhan yang berupa kesadaran berpikir. Sehingga perlu kita mendayagunakan anugerah itu, minimal membaca diri sendiri. Dalam surat Al-A’raf ayat 175 yang berbunyi watlu ‘alaihim naba'alladzî âtainâhu âyâtinâ fansalakha min-hâ fa atba‘ahusy-syaithânu fa kâna minal-ghâwîn. Kira-kira artinya adalah “ Bacakanlah (Nabi Muhammad) kepada mereka (tentang) berita orang yang telah Kami anugerahkan ayat-ayat Kami kepadanya. Kemudian, dia melepaskan diri dari (ayat-ayat) itu, lalu setan mengikutinya (dan terus menggodanya) sehingga dia termasuk orang yang sesat . Ayat ini perlu kita lemparkan pada diri kita, bahwa yang sudah menerima pengetahuan, hafal ayat-ayat kitab suci dan hafal beragam hadits, namun masih terjebak pada egosentris dan rasa benar, sehingga menganggap yang lain salah, tersesat, burem, tidak putih seperti dirinya, tidak mengikuti sunnah sepetri dirinya, dan lain sebagainya. Dan kita perlu membaca ayat ini bukan untuk menghakimi oran...